Peran Kelompok Tani Dalam Meningkatkan Pemberdayaan Petani Kopi Kabupaten Probolinggo

  • Muhammad Yoga kurniawan Universitas Islam Zainul Hasan Genggong
  • Hayatul Millah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong
  • Cici Widya Prasetyandari Universitas Islam Zainul Hasan Genggong
Keywords: Farmer Group; Farmer Empowerment; Enabling; Empowering; Protecting

Abstract

This study aims to analyze the role of farmer groups in enhancing the empowerment of coffee farmers in Kalianan Village, Krucil Subdistrict, Probolinggo Regency. Empowerment is examined through three stages: Enabling (creating a conducive climate), Empowering (strengthening capacity), and Protecting (protecting farmers). The study uses a descriptive qualitative approach with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that farmer groups significantly contribute to providing technical education, coffee processing training, and protection against market injustice and crop pests. Supporting factors include active farmer participation and village government support, while inhibiting factors involve farmers' lack of awareness and limited ongoing education. Overall, farmer groups play a positive role in increasing the independence and competitiveness of coffee farmers sustainably.

References

Achmad, M., Sri, H., & Nurul, A. R. (2011). Pembinaan Kelompok Wanita Tani Desa Adu Kecamatan Hu’U Kabupaten Dompu.
Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (2007). Qualitative research for education: An introduction to theory and methods (5th ed.). Boston: Pearson.
Chambers, R. (1995). Poverty and livelihoods: Whose reality counts? Environment & Urbanization, 7(1), 173–204. https://doi.org/10.1177/095624789500700106
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (Eds.). (2011). The Sage handbook of qualitative research (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang. (n.d.). Pemberdayaan Kelompok Tani, Bagian Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Tani. Dinas Pertanian Dan Pangan Kota Magelang. http://pertanian.magelangkota.go.id/informasi/artikel-pertanian/345-pemberdayaan-kelompok-tani-bagian-strategi-meningkatkan-kesejahteraan-masyarakat-tani.
Hadi, S., Akhmad, A. N., & Prayuningtyas, H. (2019). Peran kelompok tani dan persepsi petani terhadap penerapan budidaya padi organik di Kabupaten Jember. Jurnal Penyuluhan, 15(2), 154-168.
Handayani, W. A., Tedjaningsih, T., & Rofatin, B. (2019). Peran Kelompok Tani Dalam Meningkatkan Produktivitas Usahatani Padi the Role of Farmer Group in Improving Rice Farming Productivity. Jurnal AGRISTAN, 1(2), 80–88. http://jurnal.unsil.ac.id/index.php/agristan/article/view/1375
Hermanto, & Swastika, D. K. S. (2016). Penguatan Kelompok Tani: Langkah Awal Peningkatan Kesejahteraan Petani Farmers’ Groups Empowerment as an Initial Step to Farmers’ Welfare Improvement. Analsis Kebijakan Pertanian, 9(4), 371–390.
Kartasasmita, G. (1997). Pembangunan untuk rakyat: Memadukan pertumbuhan dan pemerataan. CIDES.
Kartasasmita, G. (1997). Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan yang Berakar pada Masyarakat. Bappenas.
Kelompok Tani [wawancara pribadi, 15 Mei 2025].
Kementerian Pertanian. (n.d.). Peraturan Menteri Pertanian No. 82 Tahun 2013 tentang Pembinaan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani. Jakarta: Kementerian Pertanian.
Kementerian Pertanian. (2013). Peraturan Menteri Pertanian Nomor 82/Permentan/OT.140/8/2013 Tahun 2013 tentang Pedoman Pembinaan Kelompoktani Dan Gabungan Kelompoktani.
Mardikanto. (n.d.). Konsep-konsep pemberdayaan masyarakat. UNS Press.
Mardikanto. (2010). Pemberdayaan Masyarakat: Konsep, Kebijakan, dan Implementasi. Alfabeta.
Mulyono, P. (2010). Pemberdayaan Petani melalui Kelompok Tani. IPB Press.
Nasution, S. (2003). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.
Nurlina, L. (n.d.). Faktor-faktor yang Berpengaruh Pemberdayaan Masyarakat Tani Ternak dalam Masa Reformasi. Sosiohumaniora, 3(3), 155–165.
Patton, M. Q. (2002). Qualitative research and evaluation methods (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Petani Kopi [wawancara pribadi, 15 Mei 2025].

Pratama, B. P., Sayamar, E., & Teti, E. (2016). Peran kelompok tani dalam meningkatkan pendapatan petani swadaya kelapa sawit di Desa Bukit Lingkar Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu. Jom Faperta, 3(2), 1-12.
Rangkuti, K., Harahap, M., & Rezki, W. (2018). Peran Penyuluh Pertanian dalam Pengembangan Kelompok Tani Tanaman Kopi (Coffea) Studi Kasus: di Desa Jongok Raya Kec. Bandar Kab. Bener Meriah. Agribisnis.
Sadono, D. (2008). Pemberdayaan Petani: Paradigma Baru Penyuluhan Pertanian di Indonesia. Jurnal Penyuluhan, 4(1). https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v4i1.2170
Siagian, S. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara.
Suratini, S., Muljono, P., & Tri Wibowo, C. (2021). Pemanfaatan Media Sosial untuk Mendukung Kegiatan Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Penyuluhan, 17(1), 12–24. https://doi.org/10.25015/17202132302
Yolanda Holle. (2022). Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Untuk Meningkatkan Posisi Tawar Petani. Sosio Agri Papua, 11(01), 35–40. https://doi.org/10.30862/sap.v11i01.253
Published
2025-06-10
How to Cite
Muhammad Yoga kurniawan, Hayatul Millah, & Cici Widya Prasetyandari. (2025). Peran Kelompok Tani Dalam Meningkatkan Pemberdayaan Petani Kopi Kabupaten Probolinggo . Jurnal Ekonomi Syariah Pelita Bangsa, 10(01), 240 - 248. https://doi.org/10.37366/jespb.v10i01.2483
Abstract viewed = 0 times
PDF downloaded = 0 times

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.